pencarian

Rabu, September 03, 2014

MAKALAH PEMBERIAN OBAT INTRA CUTAN DAN SUBCUTAN SERTA SOP



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa kami ucapkan kepada guru pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin.


Penulis



DAFTAR ISI



Ø  KATA PENGANTAR                                                                                
Ø  DAFTAR ISI                                                                                                

Ø  KONSEP DASAR

·         Dasar Pemikiran
·         Pengertian                                                                             
·         Tujuan                                                                                              
·         Indikasi
·         Persiapan Alat
·         Mekanisme Kerja
·         Evaluasi
                                                                                                           

Ø  PENUTUP                                                                                        

·         Kesimpulan                                                                                       
·         Saran                                                                                                 

Ø DAFTAR PUSTAKA                                                                                 

























Ø Dasar Pemikiran


Salah satu bentuk sediaan steril adalah injeksi. Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi atau suspense atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan dengan cara merobek jaringan kedalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir. Dimasukkan kedalam tubuh dengan menggunakan alat suntik.

Suatu sediaan parenteral harus steril karena sediaan ini unik yang diinjeksikan atau di suntikkan melalui kulit atau membrane mukosa kedalam kompartemen tubuh yang paling dalam. Sediaan parenteral memasuki pertahanan tubuh yang memiliki efesiensi tinggi yaitu kulit dan membrane mukosa sehingga sediaan parenteral harus bebas dari kontaminasi mikroba dan bahan-bahan beracun dan juga harus memiliki kemurnian yang dapat diterima.





















Ø PEMBERIAN OBAT INTRA CUTAN DAN SUB CUTAN

A.    Intra  Cutan

1.      Pengertian Intra Cutan
Intra Cutan adalah memberikan obat melalui suntikan ke dalam jaringan kulit, (lapisan dermis atau dibawah epidermis) pada lengan bawah bagian dalam atau ditempat lain.  Intra cutan biasa digunakan untuk mengetahui sensitivitas (alergi) tubuh terhadap obat yang disuntikan dan cara menyuntikannya obat dengan sudut jarum injeksi 5-15 derajat, setelah itu tunggu reaksi obat antara 10-15 menit. Misalnya skin test pada obat cefotaxime. Injeksi intra kutan dimasukkan langsung kelapisan epidermis tepat dibawah startum korneum.Umumnya berupa larutan atau suspensi dalam air, volume yang disuntikkan sedikit (0,1 - 0,2 ml).

2.      Tujuan Injeksi

·         Memberikan obat tertentu yang pemberiannya hanya dapat dilakukan dengan cara suntikan intra cutan
·         Pada umumnya Injeksi dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat proses penyerapan (absorbsi) obat untuk mendapatkan efek obat yang cepat.
·         Menghindarkan pasien dari efek alergi obat( dengan skin test).
·         Membantu menentukan diagnose terhadap penyakit tertentu misalnya tubercullin test
3.      Indikasi
·         Injeksi biasanya dilakukan pada pasien yang tidak sadar dan tidak mau bekerja sama karena tidak memungkinkan untuk diberikan obat secara oral. Apabila klien tidak sadar atau bingung, sehingga klien tidak mampu menelan atau mempertahankan obat dibawah lidah. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan obat klien dilakukan dengan pemberian  obat secara injeksi.

4.      Persiapan Alat (steril & non steril)


No

Alat
Steril / Non steril

Gambar
1.       
Spuit 1 cc dan jarum steril dalam  tempatnya
Steril
a
2.       
NaCl 0,9 % / aquades dan obat yang diperlukan

Steril
3.       
Kapas alkohol

Steril
4.       
Bengkok

Steril
5.       
Pengalas (bila perlu)

Non steril
6.       
Sarung tangan steril (handschoen)

Steril
7.       
Catatan & pulpen
Non steril








5.      Mekanisme Kerja



NO

PROSEDUR KERJA

RASIONAL
1.










       Persiapan pasien
·         Tutup sampiran

·         Jelaskan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan



·         Menanyakan kesiapan/ persetujuan klien sebelum kegiatan dilakukan.


·         Menjaga privasi klien, supaya klien merasa nyaman
·         Agar pasien tahu, tindakan apa yang akan diberikan oleh perawat
·         Agar pasien tahu tindakan yang akan dilakukan dan mengurangi kegelisahan klien.
memastikan klien menerima atau menolak tindakan yang akan dilakukan



2.

·         Perawat mencuci tangan

·         Atur posisi pasien
·         Siapkan obat injeksi(spuit telah terisi dengan obat)

·         Memakai sarung tangan (handschoen).


·         Tentukan bagian yang akan diberikan obat. Membebaskan area yang akan disuntik dari pakaian
Pilih area penyuntikan yang tepat. Letakan pengalas bila perlu.


·         Membersihkan area penyuntikan dengan menggunakan kapas alkohol dari tengah keluar secara melingkar sekitar 5 cm, menggunakan tangan yang tidak untuk menginjeksi.
·         Gunakan  spuit, lepaskan kap penutup secara tegak lurus sambil menunggu antiseptik kering dan keluarkan udara dari spuit
·         Pegang spuit dengan salah satu tangan yang dominan antara ibu jari dan jari telunjuk dengan telapak tangan menghadap kebawah. Pegang erat lengan klien dengan tangan kiri, tegangkan area penyuntikan 
·         Secara hati – hati tusuk / suntikan jarum dengan lubang jarum menghadap keatas, sudut 15’ sampai 30 derajat.
Raih pangkal jarum dengan ibu jari, lalu dorong cairan obat perlahan-lahan.
·         Beri tanda pada area suntikan menggunakan spidol atau polpen. Tuliskan jam pada saat melakukan skintest.
Setelah 10-15 menit check kembali reaksi obat yang telah disuntikan apakah bernilai positif atau negative.





·         Membereskan alat – alat.
Buang spuit tanpa harus menutup jarum dengan kap nya (guna mencegah cidera pada perawat) pada tempat pembuangan secara benar.
·         Melepas sarung tangan dan merapihkan pasien

·         Mencuci tangan


·         Agar tidak terjadi infeksi nosokomial
·         Agar pasien merasa nyaman
·         Supaya  spuit diisi oleh obat sesuai dosisnya.
·         Agar pada saat menyuntik tangan tidak kontak langsung dengan area yang akan disuntik
·         Lengan bawah bagian dalam, dada bagian atas, punggung dibawah scapula),  bebas dari edema, massa, nyeri tekan, jaringan parut, kemerahan / inflamasi, gatal.
·         Daerah penyuntikan steril, dan tidak ada kuman,dll.


·         Agar tidak ada gelombang udara pada saat menyuntik

·         Merupakan cara menyuntik yang tepat dan benar. Supaya tangan klient tidak bergerak-gerak
·         Memberikan obat tersebut secara perlahan-lahan  sampai berbentuk gelembung kecil.

·         Kalau bernilai negatif lakukanlah injeksi obat antibiotik tersebut sesuai takarannya untuk pasien. Dan biasanya takaran obat tsb sesuai anjuran dokter. Kalau bernilai positif obat tsb tidak digunakan dan diganti dengan obat antibiotik yang lain
·         Menjaga agar alat-alat yang digunakan tadi tetap bersih. Bila tak diperlukan buang ditempat yang disediakan.
·         Kembalikan posisi pasien seperti semula.
·         Agar tidak terjadi infeksi nosokomial.
3.       
·         Dokumentasi, Catat pemberian obat yang telah dilaksanakan (dosis, waktu, cara) pada lembar obat.atau catatan perawat.
·         Agar perawat mengetahui pemberian obat melalui intra cutan.
4.       
·         Evaluasi respon klient setelah pemberian tindakan pemberian obat melalui intra cutan.
·         Mengetahui keadaan pasien.




B.   Sub Cutan

1.       Pengertian Subcutan
Memberikan obat melalui suntikan dibawah kulit yang dilakukan pada lengan atas sebelah luar, pada bagian luar daerah dada dan ditempat lain  yang dianggap perlu (misalnya pemberian insulin pada pasien diabetes). Atau pada area bawah kulit yaitu pada jaringan konektif atau lemak dibawah dermis.


2.       Tujuan
·         Memasukkan sejumlah obat ke dalam jaringan dibawah kulit untuk diabsorbsi (penyerapan).
·         Memepercepat proses penyembuhan pasien.


3.       Indikasi
·         Obat yang diberikan harus berdasarkan pengobatan
·         Sebelum menyiapkan obat suntikan bacalah dengan teliti, petunjuk pengobatan yang ada dalam catatan medik atau status pasien
·         Pada waktu menyiapkan obat, bacalah dengan teliti label atau etiket obat dari tiap-tiap obat. Obat yang etiketnya kurang jelas tidak diberikan
·         Perhatikan tekhnik septik dan aseptik.











4.       Persiapan Alat (steril dan non steril)



No

Alat
Steril /
non steril

Gambar
1.       
Spuit dan jarum steril (spuit 1-2 cc, jarum nomor 25)
Steril
2.       
Obat yang diperlukan (vial atau ampul)
Steril


3.       
Kapas alkohol
Steril


4.       
Kassa steril untuk membuka ampul (bila perlu)
Steril
5.       
Gergaji ampul (bila perlu)
Non steril
6.       
Bengkok
Steril
7.       
Pengalas (bila perlu)
Non steril
8.       
Sarung tangan steril (handschoen)
Steril


9.       
Daftar / formulir pengobatan
Non steril



5.       Mekanisme Kerja


NO

PROSEDUR KERJA

RASIONAL
1.










       Persiapan pasien
·         Tutup sampiran

·         Menjelaskan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan


·         Menanyakan kesiapan/ persetujuan klien sebelum kegiatan dilakukan.


·         Menjaga privasi klien, supaya klien merasa nyaman
·         Agar pasien tahu, tindakan apa yang akan diberikan oleh perawat

·         Agar pasien tahu tindakan yang akan dilakukan dan mengurangi kegelisahan klien.
memastikan klien menerima atau menolak tindakan yang akan dilakukan



2.
·         Perawat mencuci tangan

·         Atur posisi pasien
·         Siapkan obat injeksi(spuit telah terisi dengan obat)

·         Memakai sarung tangan (handschoen).




·         Tentukan bagian yang akan diberikan obat. Membebaskan area yang akan disuntik dari pakaian
Pilih area penyuntikan yang tepat. Letakan pengalas bila perlu.

·         Membersihkan area penyuntikan dengan menggunakan kapas alkohol dari tengah keluar secara melingkar sekitar 5 cm, menggunakan tangan yang tidak untuk menginjeksi.
·         Gunakan  spuit, lepaskan kap penutup secara tegak lurus sambil menunggu antiseptik kering dan keluarkan udara dari spuit
·         Pegang spuit dengan salah satu tangan yang dominan antara ibu jari dan jari telunjukdengan telapak tangan menghadap ke arah samping, atas atau ke bawah.Gunakan tangan yang tidak memegang spuit untuk mengangkat / meregangkan kulit
·         Secara hati - hati  tusuk / suntikan jarum dengan 45 derajat.Raih ujung bawah barrel spuit dengan tangan non dominan dan pindahkan tangan dominan ke plunger. Lakukan aspirasi dengan cara menarik plunger, jika terdapat darah dalam spuit maka segera cabut spuit untuk dibuang dan diganti dengan spuit dan obat yang baru. bila tidak terdapat darah, suntikkan obat secara perlahan kedalam jaringan
·         Cabut spuit / jarum dengan cepat sambil meletakkan kapas alkohol pada tempat penyuntikan lalu usap pada area injeksi. bila tempat penusukan mengeluarkan darah, tekan tempat penusukan dengan kassa steril kering sampai perdarahan berhenti. buang spuit tanpa harus menutup jarum dengan kapnya. pada tempat pembuangan secara benar.
·         Membereskan alat – alat, Melepas sarung tangan dan merapihkan pasien

·         Mengatur posisi pasien

·         Mencuci tangan

·         Agar tidak terjadi infeksi nosokomial
·         Agar pasien merasa nyaman
·         Supaya  spuit diisi oleh obat sesuai dosisnya.
·         Agar pada saat menyuntik tangan tidak kontak langsung dengan area yang akan disuntik


·         Lengan atas, paha bagian anterior, abdomen, area scapula, upper ventrogluteal dan dorsogluteal

·         Daerah penyuntikan steril, dan tidak ada kuman,dll.


·         Agar tidak ada gelombang udara pada saat menyuntik

·         Merupakan cara menyuntik yang tepat dan benar (sub cutan)



·         Mesukan obat tersebut secara perlahan-lahan dan merupakan teknik menyuntik.





·         Supaya tidak mengeluarkan darah. guna mencegah cidera pada perawat




·         Menjaga agar alat-alat yang digunakan tadi tetap bersih. Bila tak diperlukan buang ditempat yang disediakan.
·         Kembalikan posisi pasien seperti semula.
·         Agar tidak terjadi infeksi nosokomial.
5.       
·         Dokumentasi, Catat pemberian obat yang telah dilaksanakan (dosis, waktu, cara) pada lembar obat.atau catatan perawat.
·         Agar perawat mengetahui pemberian obat melalui Sub cutan.
6.       
·         Evaluasi respon klient setelah pemberian tindakan pemberian obat melalui intra cutan.
·         Mengetahui keadaan pasien.


 




STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP)
PEMBERIAN OBAT MELALUI INTRA CUTAN DAN SUB CUTAN


Nama               :
Nim                 :

A.    INTRA CUTAN


NO
PROSEDUR KERJA
NILAI
     0               1              2
1.       
Persiapan alat
1.      Spuit 1 cc danjarumsterildalamtempatnya
2.      NaCl 0,9 % / aquadesdanobat yang diperlukan
3.      Kapasalcohol
4.      Bengkok
5.      Pengalas (bilaperlu)
6.      Sarungtangansteril (handschoen)
7.      Catatan&pulpen


2.       
Persiapan Lingkungan
1.      Jaga Privasi Klien (tutup sampiran)

3.       
Persiapan klien
Ø  Jelaskantujuandanprosedur yang akandilakukan
Ø  Atur posisi pasien sesuai kebutuhan

4.       
Prosedur kerja
·         Cuci tangan
·         Memasang perlak dan alasnya
·         Membebaskan daerah yang akan di injeksi
·         Memakai handscoon (sarung tangan)
·         Bersihkan kulit yang akan disuntik/injeksi menggunakan kapas alkohol
·         Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk meregangkan kulit
·         Tusukan spuit dengan kemiringan 15 –30 , jarum masuk kurang lebih 0,5 cm
·         Masukan obat secara perlahan, pastikan ada benjolan kira-kira satu biji kacang lalu Cabut jarum dari tempat penusukan
·         Beri tanda lingkaran pada benjolan tadi, Tuliskan jam padasaatmelakukanskintest.(Setelah 10-15 menit check kembali reaksi obat yang telahdisuntikanapakahbernilaipositifatau negative).
·          Buang spuit kedalam bengkok
·         Merapikan pasien (kembalikan posisi pasien)
·         Bereskan alat alat
·         Lepaskan sarung tangan (handschoen)
·         Cuci tangan




5.       
Dokumentasi
Catat pemberian obat yang telah dilaksanakan (dosis, waktu, cara) pada lembar obat.atau catatan perawat.




B.     SUB CUTAN



NO
PROSEDUR KERJA
NILAI
     0               1                2
1.      11. . 111
Persiapan alat
1.      Sarung tangan(handchoen)
2.      Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan
3.      Jarum steril
4.      Kapas alkohol
5.      Perlak dan pengalas
6.      Obat sesuai program terapi
7.      Bengkok



Persiapan Lingkungan
2.      Jaga Privasi Klien (tutup sampiran)


Persiapan klien
Ø  Jelaskantujuandanprosedur yang akandilakukan
Ø  Atur posisi pasien sesuai kebutuhan

Prosedur kerja
·         Mencuci tangan
·         Menyiapkan obat sesuai aturan
·         Atur posisi klien sesuai kebutuhan
·         Pasang perlak dan pengalas
·         Bebaskan daerah yang akan di injeksi dari pakaian
·         Pakailah handschoen (sarung tangan)
·         Bersihkan kulit menggunakan kapas alkohol dari dalam ke luar
·         Masukan spuit dengan sudut 45
·         Lakukan aspirasi, pastikan tidak ada darah masuk ke spuit
·         Masukan obat secara perlahan
·         Cabut jarum
·         Buang spuit dalam bengkok



Dokumentasi
Catat pemberian obat yang telah dilaksanakan (dosis, waktu, cara) pada lembar obat.atau catatan perawat.


Manado,

Evaluator        


Nilai akhir                   Jumlah Aspek
                                    X         100
Jumlah Nilai










BAB III
PENUTUP

·         KESIMPULAN

Memberikan obat melalui suntikan intracutan atau intradermal adalah suatu tindakan membantu proses penyembuhan melalui suntikan ke dalam jaringan kulit atau intra dermis. Indikasi untuk injeksi ic, yaitu: Pasien yang membutuhkan tes alergi (mantoux tes), pasien yang akan melakukan vaksinasi, menegakkan diagnosa penyakit, dan dilakukan sebelum memasukkan obat. Prinsipnya, sebelum memberikan obat, perawat harus mengetahui diagnosa medis pasien, indikasi pemberian obat, dan efek samping obat, dengan prinsip 10 benar, setelah dilakukan injeksi,  juga tidak boleh dilakukan pemijatan pada area yang telah diinjeksi karena akan mempengaruhi hasil tes. Sebelum dilakukan prosedur injeksi, terlebih dahulu dilakukan persiapan alat, persiapan pasien, dan persiapan lingkungan. Setelah tindakan perawat juga harus melakukan dokumentasi, mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, reaksi/ respon klien terhadap obat, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan.

·         SARAN

Pada saat melakukan injeksi Intra cutan atau sub cutan, hendaknya terjalin hubungan terapeutik antara perawat dan pasien, karena biasanya pasien berubah menjadi cemas ketika akan dilakukan injeksi. Karja sama antara perawat dan pasien juga sangat dibutuhkan, hal ini bertujuan agar tindakan yang dilakukan lancar dan mendapat hasil yang maksimal.















DAFTAR PUSTAKA


1.      G:\kdm 2\fhhcvf.htm
2.      G:\kdm 2\pemberian-obat.html
3.      G:\kdm 2\pemberian-obat-melalui-intracutan-ic.html
4.      G:\kdm 2\dhegrjtyg.htm
5.      http://nersferdinanskeperawatan.wordpress.com/2010/05/19/memberikan-obat-melalui-suntikan-intracutan-atau-intradermal/