MATA
KULIAH : KDM 2
MAKALAH
“ PEMENUHAN OKSIGENISASI MELALUI NASAL KANULA“
“ PEMENUHAN OKSIGENISASI MELALUI NASAL KANULA“
DI
SUSUN OLEH
KELOMPOK 10
KELOMPOK 10
Samuel
sahadula
KEMENTERIAN
KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MANADO
JURUSAN KEPERAWATAN
2014
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MANADO
JURUSAN KEPERAWATAN
2014
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
tuntunan-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas dari mata ajaran KDM 2
tentang “PEMENUHAN OKSIGENISAS MELALUI ASAL KANULA” sekaligus menambah
pengetahuan bagi pembaca tentang materi ini.
Masih terdapat kekurangan dalam penulisan makalah ini untuk itu kritik dan saran dari pembaca sangat kami butuhkan untuk menyempurnakan makalah yang kami buat ini.
Masih terdapat kekurangan dalam penulisan makalah ini untuk itu kritik dan saran dari pembaca sangat kami butuhkan untuk menyempurnakan makalah yang kami buat ini.
Tujuan dan harapan kami, sekiranya makalah yang kami buat ini dapat
bermanfaat bagi pembaca dan juga bisa menjadi
sumber pengetahuan dalam bidang keperawatan, kami juga mengharapkan
kiranya makalah ini dapat di terima dan bisa sesuai dengan harapan dosen.
Manado,February2014
Daftar Isi
Kata Pengantar............................................................................................................1
Daftar
Isi.........................................................................................................2
Konsep dasar keperawatan………………………………………….2
BAB 1 pendahaluan……………………………………………2
BAB II pembahasan…………………………………………..5
Bab III
Penutup......................................................................................................................6
3.1Kesimpulan...........................................................................................................6
3.2
Saran........................................................................................................7
3.3Daftar Pustaka.......................................................................................................7
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Pemenuhan kebutuhan
oksigenisasi adalah bagian dari kebutuhan fisiologis (hurarki maslow).kebutuhan
oksigen diperlukan untuk proses kehidupan,oksigen sangat berperan dalam proses metabolisme
tubuh,kebutuhan oksigen dalam tubuh harus dipenuhi karena apabila kebutuhan
dalam tubuh berkurang,maka terjadi kerusakan pada jaringan otak.dan apabila hal
tersebut terjadi berlangsung lama akan mengakibatkan kematian.proses pemenuhan
kebutuhan pada manusia dpat dilakukan dengan cara pemberian oksigen melalui
saluran pernapasan dan sumbatan yang menghalangi masuknya oksigen,memulihkan
dan memperbaiki orgn pernapasan agar dapat berfungsi secara normal kembali.pemenuhan
kebutuhan oksigen dalam pelayanan keperawatan dapat dilakukan dengan pemberian
oksigen dengan menggunakan nasal kanul.
B.tujuan
-tujuan dari penyusunan
makalah ini antara lain :
-Agar bisa lebih paham dan mengerti dalam tehnik pemasangan oksigen.
-Agar bisa lebih paham dan mengerti dalam tehnik pemasangan oksigen.
-Agar dapat memenuhi
kebutuhan dasar pasien yang behubungan dengan oksigenisasi.
-Membuka wawasan
mengenai konsep pemenuhan oksigenisai..
-Memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah kebutuhan dasar manusia 2(KDM2)
-Memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah kebutuhan dasar manusia 2(KDM2)
BAB
II
PEMBAHASAN
Konsep dasar
keperawatan
A.Pengertian
-Oksigenisasi adalah
pemasangan oksigen yang di berikan pada pasien untuk mengatasi masalah pernapasan.misalnya
pada penderita asma,bronkopneumonia,pasien tidak sadar,pasien penyakit jantung,
dll.
-Oksigen merupakan gas
tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme
sel.sebagai hasilnya terbentuklah CO2 yang melebihi batas normal pada tubuh
akan memberikan dampak yang cukup bermakna terhadap aktifitas sel.
-Oksigenisasi
adalah pemberian tambahan aliran gas
oksigen lebih dari 20% pada tekanan/Atm.sehingga konsentrasi oksigen meningkat
dalam darah pada kondisi klien yang membutuhkan.
-Pengertian pemenuhan
oksigen melalui nasal kanul yaitu Memberikan oksigen dengan konsentrasi rendah
(24-40%) den: gan kecepatan 2-4 liter per menit.
-Kebutuhan fisiologis
oksigenisasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk
kelangsungan metabolism e sel tubuh,untuk memeprtahankan hidupnya,dan untuk
aktivitas berbagai organ atau sel.apabila lebih 4 menit orang tidak mendapatkan
oksigensasiakan merakibat pada kerusakan otak yang tidak dapat di perbaiki dan
biasanya pasien akan meninggal.
B.ANATOMI DAN
FISIOLOGIS
Fungsi utama pernapasan
adalah memperoleh 02 agar dapat digunakan oleh sel-sel tubuh dan mengeluarkan
co2 yang dihasilkan oleh sel.adapun system tbuh yang berperan dalam kebutuhan
oksigenisasi terdiri dari:
1.Hidung
Hidung merupakan organ
pernapasan yang letaknya paling
luar.manusia menghirup udara melalui hidung.pada permukaan rongga hidung
terdapat rambu-rambu halus dan selaput lender yang berfungsi menyaring udara
yang masuk dari debu atau benda lainnya.di dalam rongga hidung terjadi
penyesuain suhu dan kelembaban udara sehingga udara yang masuk ke paru-paru
tidak terlalu kering ataupun terlalu lembap.udar a bebas tidak hanya mengandung
oksigen saja,namun juga gas-gas yang lain.misalnya,karbon dioksida(CO2),belerang(s),dan
nitrogen (N2).gas-gas tersebut ikut terhirup,namun hanya oksigen saja yang
dapat berkaitan dengan darah.selain sebagai organ pernapasan,hidung juga
merupakan indra pembau yang sangat sensitive dengan kemampuan tersebut,manusia
dapat terhindar dari menghirup gas-gas yang beracun atau berbau busuk yang
mungkinmengandung bakteri an bahan penyakit lainya.dari rongga hidung,udara
selanjutnya akan mengalir ke tenggorokan.
2.tengorokan(trakea)
Merupakan bagian dari
organ pernapasan.tenggorokan berupa suatu pipa yang dimulai dari pangkal
tenggorokan(laring),batang tenggorokan(trakea)dan cabang batang
tenggorokan(bronkus).setelah melewati hidung,udra masuk menuju pangkal
tenggoroka(laring) melalui faring.faring terletak di hulu tenggorokan dan
merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke
tenggorokan.setelah melalui laring,udara selanjutnya menuju ke batang
tenggorokan(trakea).pada batang tenggorokan ini terdapat suatu katup
epiglottis.katup ini bekerja dengan cara membuka jika bernapas atau berbicara
dan menutup pada saat maenelan makanan.adanya katup tersebut,udara akan masuk
ke paru-paru dan makanan akan menuju lambung.jika makan sambil berbicara,hal
tersebut dapat mengakibatkan makanan masuk ke paru-paru dan tenggorokan.oleh
karenanya ,hindarilah makan sambil berbicara.
3.cabang batang
tenggorokan (bronkus)
Cabang batang
tenggorokan(bronkus)merupakan cabang dari trakea.bronkus terbagi menjadi
dua,yaitu yang menuju paru-paru kanan dan menuju paru-paru kiri..bronkus
bercabang lagi menuju bronkiolus.masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung paru-paru atau
alveolus.alveolus merupakan tempat terjadinya difusi oksigen ke dalam
darah.oleh karena itu,dinding alveolus mengandung banyak kapiler darah.
4.paru-paru
Paru-paru terletak di
dalam rongga dada.antara rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas
yang disebut diafragma.pembatas ini bukan sekedar pembatas,tetapi berperan juga
dalam proses pernapasan.paru-paru terbagi menjadi paru-paru kanan dan paru-paru kiri.
C.FISIOLOGI PERNAPASAN
-O2 di udara sisa
pembakaran co2
-inhalasi oleh hidung
seluruh tubuh sampai tkt sel
-udara melewati trakea
- alveoli jantung
-pertukaran gas ikatan
-pembuluh kapiler O2
dan pelepasan CO2.
D.Proses pemenuhan
kebutuhan oksigenisasi di dalam tubuh terdiri atas tiga tahapan:
1.vertilisasi
Proses keluar dan
masukknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer
.proses ventilisasi di pengaruhi oleh:
A.adanya konsentrasi
oksigen di atmosfer
B.adanya kondisi jalan
nafas yang baik.
C.adanya kemampuan
toraks dan alveoli pada paru-paru dalam melaksanakan ekspansi atau kembang
kempis.
Pusat pernafasan,yaitu
medulla oblongata dan pons,di pengaruhi oleh proses vertilisasi.
2.Refusi
Penyaluran oksigen oleh
darah keseluruh kapiler pulmonalis
3.difusi
Pertukaran antara
oksigen dari alveoli ke kapiler paru-paru dan karbon dioksida dari kapiler ke
alveoli.poes ini dipengaruhi oleh:
a.Luasnya permukaan
paru-paru
b.tebal membran
respirasi/permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial.
c.perbedaan tekanan dan
konsentrasi oksigen.afinitas gas yaitu kemampuan untuk menebus dan saling
mengikat Hb.
4.transportasi,proses
pendistribusian antara oksigen kapiler
ke jaringan tubuh dan karbon dioksida jaringan tubuh ke kapiler.
E.jenis pernapasan
1.pernapasan eksternal
Pernapasan eksternal
merupakan proses masuknya O2 dan keluanya CO2 dari tubuh,sering disebut sebagai
pernapasan biasa.proses pernapasan ini dimulai dari masuknya oksigen melalui
hidung dan mulut pada waktu benapas,kemudian oksigen masuk melalui trakea dan
pipa bronchil ke alveoli,lalu oksigen akan menebus membrane yang akan diikat
oleh Hb sel darah merah dan di bawa ke jantung.
2.pernapasan internal
Pernapasan imternal
merupakan prose terjadinya pertukaran gas antar sel jaringan dengan cairan
sekitarnya yang sering melibatkan proses semua hormone termasuk derivate
catecholamine dapat melebarkan saluran pernapasan.
F. Tujuan pemakaian
nasal kanul :
a.untuk memberikan
oksigen dengan knsentrasi relative rendah saat kebutuhan oksigen minimal .
b.memberikan oksigen
yang tidak terputus saat klien makan dan minum
c.mengatasi terjadinya
hipoksia
G.Indikasi
Efektif diberikan pada
klien yang mengalami :
1.gagal nafas
Ketidakmampuan tubuh
dalam mempertahankan tekanan parsial normal O2 dan CO2 di dalam darah
,disebabkan oleh ganguan pertukaran O2
dan CO2 sehinga system pernapasan tidak mampu memenuhi metabolisme tubuh
2.gangguan jantung
(gagal jantung )
Ketidakmampuan jantung
untuk memompa darahdalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan
terhadap nutrient dan oksigen.
3.kelumpuhan alat
pernafasan
suatu keadaan di mana
terjadi kelumpuhan pada alat pernapasan untuk memenuhi kebutuhan oksigen karena
kehilangan kemampuan ventilasi secara adekuat sehingga terjadi kegagalan
pertukaran gas O2 dan CO2
4.perubahan pola nafas
Hipoksia adalah
kondisi simtoma kekurangan oksigen pada
jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian.Pada kasus
yang fatal dapat berakibat koma,
bahkan sampai dengan kematian. Namun, bila sudah beberapa waktu, tubuh akan
segera dan berangsur-angsur kondisi tubuh normal kembali.
5.keadaan
gawat(misalnya koma)
Pada keadaan
gawat,missal pada pasien koma tidak dapat mempertahankan sendiri jalan napas
yang edekuat sehingga mengalami penurunan oksigenisasi.
6.trauma paru
Paru-paru sebagai alat
pernapasan,jika terjadi benturan atau cedera akan mengalami gangguan untuk
melakukan inspirasi dan ekspirasi.
7.Metabolisme yang
meningkat:luka bakar
Pada luka bakar
,konsumsi oksigen oleh jaringan akan meningkat dua kali lipat sebagai akibat
dari keadaan hipermetabolisme.
8.post operasi
Setelah operasi,tubuh
akan kehilangan banyak darah dan pengaruh dari obat bius akan
mempengaruhialiran darah ke seluruh tubuh,sehingga sel tidak mendapat asupan
oksigen yang cukup.
9.keracunan karbon di
oksida
Keberadaan CO2 di dalam
tubuhakan sangat berbahaya jika dihirup karena akan menggantikan posisi O2 yang
berkaitan dengan hemoglobin dalam darah.
H.Factor-faktor yang
mempengaruhi kebutuhan oksigenisasi :
1.faktor fisiologis
Gangguan pada fungsi
fisiologis akan berpengaruh terhadap kebutuhan oksigen seseorang.kondisi ini
lambat laun dapat memepengaruhi fungsi pernapasanya .
2.status kesehatan
Pada seseorang yang
sehat,system pernapasan dapat menyediakan kadar oksigen yang cukup untuk
mememnuhi kebutuhan tubuh.
3.lingkungan
Tempat kerja,suhu dan
ketinggian
4.Gaya hidup
Misalnya
nutrisi,exercise,merokok,sering cemas berlebihan
*Persiapan alat*
1.Kanula hidung
2.Selang oksigen
3.Humidifier
4.Cairan steril
5.Tabung oksigen dengan flometer
6.plester
PROSEDUR KERJA
No.
1.
2.
3.
|
Fase pre interaksi (fase
persiapan)
Fase orientasi (tahap
perkenalan)
Fase Kerja
Prosedur
Kerja
Mencuci
tangan
Memakai
sarung tangan
Menatur
posisi semi fowler
Membersihkan
hidung
Mengecek
humidifier
Menyambung
selang binasal kanul oksigen ke hukidifier
Membuka
flowmeter dengan ukuran yang diindtruksikan
Mengecek
adanya aliran oksigen pada daerah yang sensitive
Memasang
binasal kanul
Menanyakan
kenyamanan pasien
Merapikan
pasien
Melepaskan
sarung tangan
Mencuci
tangan
FASE
TERMINASI
MELAKUKAN
EVALUASI TIDAKAN
MENYAMPAIKAN
RENCANA TINDAK LANJUT
BERPAMITAN
DAN BERTERIMAKASIH
|
Sebelum berjumpa dengan
pasien sebaiknya perawat mengetahui terlebih dahulu,identitas,alamat,pekerjaan,dan penyakit. Yang saat ini di alami pasien,sehingga
perawat pada tahap ini secara tidak langsung sudah berkenalan dengan pasien
Pada tahap ini perawat sudah
datang dan bertatap langsung dengan pasien dengan melihat kondisinya secara
langsung fase ini di sebut sebagai fase perkenalan.pada tahap ini walaupun
kita telah mengetahui nama pasien akan tetapi agar lebih mendekat sebaiknya
kita kembali menanyakan nama pasien,inilah titik awal kerja sama antara perawat
dan pasien.
Rasional
Agar tangan tetap steril dan bersih
Agar
tetap steril
Agar
pasien merasa nyaman
Agar
mempermudah jalan masuk dan keluarnya oksigen
Agar
melegakan sistem pernafasan
Mempersiapkan
alat-alat sebelum dipakai
Mengatur
alat-alat sebelum di gunakan sesuai dengan instruksi yang ada.
Agar
dapat memastikan bahwa oksigen siap dipakai atau tidak.
Sebagai
tempat mengalirnya oksigen
Membantu
pasien dalam proses kenyamanan.
Mengembalikan
pasien ke keadaan semula Agar pasien
merasa aman dan nyaman.
|
BAB
III
PENUTUP
KESIMPULAN
Oksigen adalah
merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan metabolism
e sel tubuh,untuk memeprtahankan hidupnya,dan untuk aktivitas berbagai organ
atau sel
3.2. SARAN
Saran-saran dari kami
adalah sbb:
• Agar mahasiswa lebih memahami tentang pemenuhan oksigen
melalui nasal kanula
• Mahasiswa dapat mendukung mata kuliah
KDM
Jadi disarankan kepada mahasiswa ketika ingin berkreasi
dalam perkuliahan atau dalam situasi apapun harus memperhatikan tentang
pemenuhan oksigenisasi.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.blogger.com/pemenuhan
oksigenisasi.html